Model Konseptual Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Berorientasi Penguatan Budaya Organisasi dan Perbaikan Mutu Pendidikan di Sekolah Islam Terpadu

Model Konseptual Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Berorientasi Penguatan Budaya Organisasi dan Perbaikan Mutu Pendidikan di Sekolah Islam Terpadu

Kesimpulan dari penelitian model konseptual kepemimpinan kepala sekolah yang berorientasi penguatan budaya organisasi dan perbaikan mutu pendidikan di SMAIT As-Syifa Boarding School Subang, sebagai berikut. Semoga bermanfaat!

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Model konseptual kepemimpinan kepala sekolah Islam terpadu, 2) Kemampuan kepala sekolah Islam terpadu mengelola budaya organisasi; 3) Kapasitas kepala sekolah Islam terpadu dalam perbaikan mutu pendidikan.

Secara teoritik, pengembangan diri dan karakter kepemimpinan kepala sekolah Islam terpadu bertumpu pada tiga elemen kunci. Pertama, nilai-nilai yang berupa landasan visi organisasi, landasan etos kerja, dan landasan sumber kekuasaan. Kedua, upaya mengelola budaya organisasi sekolah dan memprakarsai perbaikan mutu pendidikan di sekolah. Ketiga, kapasitas kepemimpinan yang meliputi dimensi-dimensi keterampilan manajerial, misi profesional, dan rutinitas pelaksanaan tugas administrasi pendidikan di sekolah.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (postpositivisme) rasionalistik, yaitu suatu metode yang mendudukkan objek spesifik dalam totalitas. Rancangan penelitian yang dipilih adalah studi kasus, sedangkan latar penelitiannya ialah SMA Islam terpadu As-Syifa Boarding School yang berlokasi di kecamatan Jalancagak kabupaten Subang.

Adapun kesimpulan dari penelitian model konseptual kepemimpinan kepala sekolah yang berorientasi penguatan budaya organisasi dan perbaikan mutu pendidikan di SMAIT As-Syifa Boarding School Subang, sebagai berikut;

1) Profil kepemimpinan kepala SMA Islam terpadu ditopang oleh tiga elemen kunci. Pertama, elemen nilai-nilai, berupa landasan visi organisasi badan penyelenggara yang diderivasi menjadi visi sekolah, landasan etos kerja, dan landasan sumber kekuasaan.

2) Elemen upaya mengelola budaya organisasi sekolah, yang substansinya adalah memperkuat dan meningkatkan derajat kohesivitas budaya organisasi sekolah sehingga nilai-nilai budaya itu bertransformasi menjadi proses, keluaran dan dampak pendidikan yang merepresentasikan kebermutuan sekolah.

3) Elemen kapasitas manajerial kepala sekolah, yang meliputi wilayah keterampilan manajerial dan misi profesional pengelola satuan pendidikan.

Kata Kunci: kepemimpinan, budaya organisasi, mutu pendidikan sekolah Islam terpadu

Download PDF

Baca Juga: 3 Paradigma Pendidikan Pesantren

Silahkan tulis komentar disini. Terima kasih

Your email address will not be published. Required fields are marked *